Padasepeda motor salah satu sistem yang utama adalah sistem pengisian, karena jika sistem ini tidak berfungsi maka komponen-komponen yang kelistrikan pada sepeda motor akan mengalami penuranan kinerja atau mungkin tidak dapat bekerja. baterai adalah komponen penyimpan daya yang utama pada sepeda motor, pada sepeda motor terbarus hampir semua komponen sepeda motor mengunakan arus listrik
Jikaarus DC maka dipilih DCA. Gambar berikut menunjukkan cara melakukan pengukuran arus listrik. Untuk mengukur arus listrik AVO-meter dipasang secara seri pada rangkian kelistrikan yang arusnya akan diukur. Probe (+) dipasang dari arah terminal (+) baterai dan probe (-) dipasang ke arah terminal (-) baterai. Selanjutnya lihat hasil pengukuran.
CaraMengukur Arus, Tahanan dan Tegangan Listrik. juan. Untuk mengetahui suatu rangkaian kelistrikan masih bekerja dengan baik maka perlu dilakukan pengukuran. Pengukuran-pengukuran tersebut meliputi pengukuran arus listrik yang mengalir, tahanan yang terdapat pada rangkaian kelistrikan dan tegangan pada rangkaian kelistrikan tersebut.
Penyebabloncatan bunga api listrik adalah kebocoran arus atau hubungan singkat. Tekanan Gas. Transmisi Tipe Sliding Mesh adalah jenis transmisi manual yang cara kerja dalam pemindahan gigi dengan cara menggeser langsung roda gigi input dan out putnya. Transmsi jenis ini jarang digunakan, karena mempunyai kekurangan-kekurangan
ncara kerja motor memeriksa, manual sepeda manual sepeda masing Memahami fungsi dan merawat, motor motor sesuai mensuplai energi listrik tegangan rendah (pada sepeda motor menggunakan 6 Volt dan atau 12 Volt) ke sistem pengapian, starter, starter menggunakan motor seri arus searah (DC). d. Tugas 1 Jelaskan fungsi komponen-komponen dari
Okkali ini kita akan membahas cara mengusut kebocoran arus pada battery dan cara mengusut tata cara pengisian battery pada sepeda motor. Dampak drop aki dapat di sebabkan: Akibat dari kiprok yang rusak Sistem pengisian battery sepeda motor di sekarang ini rata-rata menggunakan arus searah DC (Direct Current). Sehingga Battery (accu) selaku
. Baterai yang cepat habis atau tidak kuat saat dipakai start setelah motor tidak dipakai beberapa hari, bisa disebabkan karena adanya kebocoran arus. Meskipun kunci kontak off baterai akan tetap terpakai yang pada akhirnya akan menyebabkan baterai drop dan tidak kuat dipakai starter. Jika motor sampaian mengalami hal itu ada kemungkinan terjadi kebocoran arus yang berakibat baterai akan berkurang arusnya. Ada cara yang bisa kita lakukan untuk mengetahui apakah pada rangkaian kelistrikan sepeda motor kita mengalami kebocoran arus. “Kita bisa mengetahui apakah ada kebocoran arus atau tidak pada rangkaian kelistrikan sepeda motor kita. Caranya dengan menggunakan alat multitester,” buka Reza instruktur dari Astra Motor Training centre AMTC semarang. Pertama lepas kabel negatif baterai selanjutnya hubungkan dengan multitester. Cara menghubungkannya terminal positif + dari multitester dihubungkan dengan kabel negatif. Sedangkan terminal negatif - multitester dihubungkan dengan negatif baterai dan posisi kunci kontak off. Ingat, sebelum melakukan pengukuran arahkan selektor multitester ke skala mili ampere. Untuk amannya pilih skala lebih tinggi dulu selanjutnya kita turunkan sesuai kebocoran arusnya. Maksimal kebocoran arus yang diijinkan adalah 0,5 mA, jika lebih dari nilai ini berarti ada kebocoran arus yang disebabkan oleh hubungan singkat atau yang lain.
Uploaded byGurah Gintings 0% found this document useful 0 votes3K views3 pagesDescriptionpemeriksaan arusCopyright© © All Rights ReservedAvailable FormatsDOCX, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?Is this content inappropriate?Report this Document0% found this document useful 0 votes3K views3 pagesCara Pemeriksaan Kebocoran Arus Dan Sistem Pengisian Pada MotorUploaded byGurah Gintings Descriptionpemeriksaan arusFull descriptionJump to Page You are on page 1of 3Search inside document Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime.
Siapa yang tidak kenal dengan sepeda motor? Kendaraan ini sudah menjadi salah satu alat transportasi yang paling populer di Indonesia. Namun, seperti halnya kendaraan lainnya, sepeda motor juga memiliki beberapa masalah yang harus dihadapi oleh para pemiliknya. Salah satu masalah yang umum terjadi adalah kebocoran arus listrik pada sepeda motor. Kebocoran arus listrik pada sepeda motor bisa menyebabkan kerusakan pada sistem elektrik dan bahkan membahayakan keselamatan pengendara. Oleh karena itu, penting untuk memeriksa kebocoran arus listrik pada sepeda motor secara teratur. Berikut adalah cara memeriksa kebocoran arus listrik pada sepeda motor 1. Persiapan Alat Alat yang dibutuhkan untuk memeriksa kebocoran arus listrik pada sepeda motor adalah multimeter. Multimeter adalah alat yang digunakan untuk mengukur tegangan, arus, dan resistansi. Pastikan multimeter yang digunakan dalam kondisi yang baik dan sudah terkalibrasi dengan benar sebelum digunakan. 2. Matikan Mesin Sebelum memeriksa kebocoran arus listrik pada sepeda motor, pastikan mesin dalam kondisi mati. Hal ini untuk menghindari kecelakaan dan bahaya lainnya saat melakukan pemeriksaan. 3. Lepaskan Kabel Aki Langkah selanjutnya adalah melepas kabel aki dari terminal aki. Hal ini dilakukan untuk menghindari korsleting atau kecelakaan saat melakukan pemeriksaan arus listrik pada sepeda motor. 4. Siapkan Multimeter Pastikan multimeter terhubung dengan benar, yakni kabel hitam pada terminal COM dan kabel merah pada terminal VmA. Pada multimeter, pastikan pengaturan pada posisi DCV atau Voltmeter. 5. Ukur Tegangan Aki Ukur tegangan aki dengan menghubungkan multimeter pada terminal positif dan negatif aki. Tegangan aki normal berkisar antara 12-13 volt. Jika tegangan aki terlalu rendah, maka aki perlu diisi ulang atau bahkan diganti. 6. Ukur Tegangan Stator Ukur tegangan stator dengan menghubungkan multimeter pada terminal positif dan negatif stator. Tegangan normal pada stator berkisar antara 20-30 volt AC. Jika tegangan stator terlalu rendah atau tidak ada tegangan sama sekali, maka stator perlu diganti. 7. Ukur Tegangan Regulator Ukur tegangan regulator dengan menghubungkan multimeter pada terminal positif dan negatif regulator. Tegangan normal pada regulator berkisar antara 13-15 volt DC. Jika tegangan regulator terlalu rendah atau terlalu tinggi, maka regulator perlu diganti. 8. Ukur Tegangan Kiprok Ukur tegangan kiprok dengan menghubungkan multimeter pada terminal positif dan negatif kiprok. Tegangan normal pada kiprok berkisar antara 13-15 volt DC. Jika tegangan kiprok terlalu rendah atau terlalu tinggi, maka kiprok perlu diganti. 9. Ukur Tegangan Lampu Depan Ukur tegangan lampu depan dengan menghubungkan multimeter pada terminal positif dan negatif lampu depan. Tegangan normal pada lampu depan berkisar antara 12-13 volt DC. Jika tegangan lampu depan terlalu rendah atau terlalu tinggi, maka periksa kabel dan saklar lampu depan. 10. Ukur Tegangan Lampu Belakang Ukur tegangan lampu belakang dengan menghubungkan multimeter pada terminal positif dan negatif lampu belakang. Tegangan normal pada lampu belakang berkisar antara 12-13 volt DC. Jika tegangan lampu belakang terlalu rendah atau terlalu tinggi, maka periksa kabel dan saklar lampu belakang. 11. Ukur Tegangan Klakson Ukur tegangan klakson dengan menghubungkan multimeter pada terminal positif dan negatif klakson. Tegangan normal pada klakson berkisar antara 12-13 volt DC. Jika tegangan klakson terlalu rendah atau terlalu tinggi, maka periksa kabel dan saklar klakson. 12. Ukur Tegangan Kiprok Ukur tegangan kiprok dengan menghubungkan multimeter pada terminal positif dan negatif kiprok. Tegangan normal pada kiprok berkisar antara 13-15 volt DC. Jika tegangan kiprok terlalu rendah atau terlalu tinggi, maka kiprok perlu diganti. 13. Ukur Tegangan Pengisian Aki Ukur tegangan pengisian aki dengan menghubungkan multimeter pada terminal positif dan negatif pengisian aki. Tegangan normal pada pengisian aki berkisar antara 13-15 volt DC. Jika tegangan pengisian aki terlalu rendah atau terlalu tinggi, maka periksa kabel dan saklar pengisian aki. 14. Ukur Tegangan Busi Ukur tegangan busi dengan menghubungkan multimeter pada terminal positif dan negatif busi. Tegangan normal pada busi berkisar antara 12-13 volt DC. Jika tegangan busi terlalu rendah atau terlalu tinggi, maka periksa kabel dan saklar pengapian. 15. Cek Kabel-kabel Periksa semua kabel pada sepeda motor, mulai dari kabel aki, kabel stator, kabel regulator, kabel kiprok, kabel lampu, kabel klakson, dan kabel busi. Pastikan semua kabel dalam kondisi yang baik dan tidak ada kabel yang putus atau konsleting. 16. Periksa Saklar Periksa saklar pada sepeda motor, mulai dari saklar lampu, saklar klakson, saklar pengapian, dan saklar pengisian aki. Pastikan semua saklar dalam kondisi yang baik dan tidak ada yang rusak atau aus. 17. Periksa Kondisi Aki Periksa kondisi aki pada sepeda motor. Pastikan aki dalam kondisi yang baik dan tidak ada tanda-tanda kerusakan seperti korosi atau kebocoran. 18. Periksa Kondisi Stator Periksa kondisi stator pada sepeda motor. Pastikan stator dalam kondisi yang baik dan tidak ada tanda-tanda kerusakan seperti aus atau terbakar. 19. Periksa Kondisi Regulator Periksa kondisi regulator pada sepeda motor. Pastikan regulator dalam kondisi yang baik dan tidak ada tanda-tanda kerusakan seperti aus atau terbakar. 20. Periksa Kondisi Kiprok Periksa kondisi kiprok pada sepeda motor. Pastikan kiprok dalam kondisi yang baik dan tidak ada tanda-tanda kerusakan seperti aus atau terbakar. 21. Periksa Kondisi Lampu Periksa kondisi lampu pada sepeda motor. Pastikan lampu dalam kondisi yang baik dan tidak ada yang rusak atau aus. 22. Periksa Kondisi Klakson Periksa kondisi klakson pada sepeda motor. Pastikan klakson dalam kondisi yang baik dan tidak ada yang rusak atau aus. 23. Periksa Kondisi Busi Periksa kondisi busi pada sepeda motor. Pastikan busi dalam kondisi yang baik dan tidak ada yang rusak atau aus. 24. Pasang Kembali Kabel Aki Pasang kembali kabel aki pada terminal aki. Pastikan kabel aki terhubung dengan benar dan kencang. 25. Hidupkan Mesin Hidupkan mesin sepeda motor dan periksa kembali semua sistem elektrik, mulai dari lampu, klakson, pengapian, dan pengisian aki. Pastikan semuanya berfungsi dengan baik. 26. Lakukan Pemeriksaan Secara Berkala Lakukan pemeriksaan kebocoran arus listrik pada sepeda motor secara berkala, minimal setiap 3 bulan sekali. Hal ini untuk memastikan sistem elektrik pada sepeda motor dalam kondisi yang baik dan tidak ada masalah yang muncul. 27. Cari Bantuan Teknisi Jika Anda tidak yakin atau tidak mampu melakukan pemeriksaan kebocoran arus listrik pada sepeda motor sendiri, sebaiknya cari bantuan teknisi yang berpengalaman. Hal ini
Bisnis Keuangan 9 menit lalu Kredit Profesi Adalah Satuan Kredit Semester atau yang lebih dikenal dengan SKS merupakan salah satu istilah ... Kesehatan Otomotif Pendidikan Soal Matematika Sma Pada kesempatan ini, kita akan membahas tentang soal dan pembahasan matematika SMA IPA. ... Properti 8 menit lalu Teknologi 19 menit lalu Travel Brosur Wisata Bali Menyambangi kota Semarang dan pulau Bali menjadi pilihan wisata yang menarik bagi siapa ... Ciri Ciri Produk Wisata Pernahkah kalian ingin membeli produk make up namun bingung membedakan antara produk make ...
GridOto Penggunaan bohlam LED menunjukan sistem kelistrikan DC. MOTOR - Selain sistem kelistrikan sistem AC Alternating Current, motor juga ada yang menggunakan sistem kelistrikan model DC Direct Current.Buat yang belum tahu apa itu sistem kelistrikan DC, cara gampang mengetahuinya lewat ciri-ciri yang gampang saja untuk tahu motor tersebut pakai sistem kelistrikan DC atau bukan. BACA JUGA Ternyata Gir Buta Bisa Bikin Motor Ngacir, Biar Makin Paham Ini Dia FungsinyaLihat saja lampu depannya pakai bohlam biasa atau LED Light Emitting Diode. Kalau pakai LED, bisa dipastikan sistem kelistrikan lampu depannya DC, yang mengandalkan arus langsung dari lampu jenis ini LED, membutuhkan suplai listrik yang stabil. BACA JUGA Wow! Bintang Sinetron Anak Jalanan Ini Ternyata Hobi Adventure, Asyik Main Lumpur Bareng IstrinyaPada sistem kelistrikan DC, biasanya butuh arus pengisian yang besar, agar aki tidak mudah tekor.“Selain itu, kapasitas aki juga umumnya lebih gede dari motor sistem AC,” tukas Tomy Huang, ahli kelistrikan dari Bintang Racing Team-BRT. Umumnya, sistem kelistrikan DC digunakan pada motor sport atau motor berkapasitas mesim besar. BACA JUGA Sangar! Petugas KFC Dikasih Ducati Hypermotard Buat Antar Makanan ke KonsumenBeberapa motor berkapasitas kecil yang sudah mengusung sistem DC contohnya Honda Vario 150, PCX 150, Yamaha NMAX, Suzuki Satria F-150 Fi dan lain sebagainya.
jelaskan cara memeriksa kebocoran arus listrik pada sepeda motor